Tampilkan postingan dengan label Fisika Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika Dasar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Komponen Rangkaian Seri dan Paralel

,


Rangkaian Seri dan Paralel merupakan jenis-jenis rangkaian yg dipakai tuk menyambungkan dua ataupun lebih komponen elektrik sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Bila dilihat dari cara penyusunannya, maka rangkaian seri di susun dengan cara bersambung atau sejajar. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah pada lampu senter yang komponen baterainya disusun berurutan. Berbeda halnya dengan rangkaian paralel, dimana penyusunan komponennya dengan cara berderet. Kalau rangkaian ini contohnya adalah lampu listrik yang biasa kita gunakan dirumah.

Sebelum berbicara membahas lebih lanjut mengenai rangkaian campuran, mari kita teliti satu persatu mengenai rangkaian ini. Rangkaian seri memiliki dua/lebih beban elektrik yg disambungkan dengan catu-daya melalui sebuah rangkaian. Dengan menggunakan rangkaian jenis ini, kita bisa mengisikan beban listrik yang banyak di satu rangkaian saja. Contoh penerapan rangkaian ini dengan beban yang banyak adalah pada lampu-lampu di pohon natal, dimana bisa terdapat lebih dari dua puluh lampu hanya pada satu rangkaian. Jenis rangkaian ini akan memberikan arus yang lewat sama besarnya di tiap-tiap elemen yg disusun seri.
rangkaian seri baterai dan lampu
Salah satu jenis rangkaian yg mempunyai lebih dr 1 bagian garis edar yang berguna tuk mengalirkan arus  ialah rangkaian paralel. Bila dicontohkan pada kendaraan bermotor, maka lebih banyak beban listrik yang disambungkan dengan cara paralel. Dengan demikian, tiap-tiap rangkaian bisa diputus maupun disambung tanpa adanya pengaruh sama sekali dengan rangkaian yang lainnya.
rangkaian paralel lampu
Nah, sekarang kita bicarakan rangkaian seri dan paralel atau sering disebut dengan rangkaian campuran. Rangkaian ini adalah skema elektrik gabungan dari rangkaian listrik paralel dengan rangkaian listrik seri. Berikut saya berikan ilustrasi mengenai gabungan kedua jenis rangkaian ini agar kita dapat mengeahuinya dengan lebih jelas.
rangkaian seri dan paralel
Cara untuk melakukan pencarian terhadap besaran hambatan pengganti dari rangkaian campuran ialah melalui perhitungan besaran hambatan dari setiap model rangkaian tersebut. Kemudian baru bisa kita cari hambatan gabungannya dr model rangkaian terakhir yg kita dapat.  Bila kita menggunakan contoh gambar diatas, maka yang kita dapat sebagai model rangkaian terakhir ialah model rangkaian seri. Karenanya hambatan total dari rangakaian yang kita cari adalah dengan persamaan hambatan pengganti dari rangkaian hambatan seri tersebut. Nah, semoga artikel ini cukup buat referensi  rangkaian seri dan paralel ya.
  
Rangkaian Paralel


Rangkaian Paralel merupakan sebuah rangkaian listrik yang disusun dengan tidak sebaris, dimana input untuk setiap komponen semuanya adalah dari sumber yg sama. Inilah yang menjadi alasan mengapa rangkaian ini menjadi lebih mahal bila dibanding dgn rangkaian seri.

Namun dibalik kekurangannya itu, rangkaian ini juga mempunyai kelebihan jika dibanding dengan rangkaian  seri tersebut. Kelebihannya adalah apabila ada komponen yang rusak ataupun dicabut, maka komponen lainnya yang masih baik atau masih terpasang akan tetap berfungsi tanpa gangguan sama sekali. Rangkaian paralel dan rangkaian seri dapat digabung sehingga menjadi rangkaian yang disebut dengan seri-paralel.

Di rangkaian paralel, aliran listrik dari power suply bisa berjalan ke tiap-tiap lampu yang ada. Dalam beberapa rangkaian terdapat jalan-jalan yang berbeda tetapi tetap bisa dialiri arus listrik, rangkaian ini juga disebut dengan rangka ian paralel.

Rangkaian Paralel

Pada gambar rangkaian paralel diatas, kita bisa melihat dua buah resistor yang susunannya adalah paralel. Setiap ujung dari kedua resistor tersebut secara langsung berhubungan  dengan sumber tegangan secara bersamaan. Dengan demikian arus listrik dapat mengalir melalui dua jalan berbeda hingga mencapai setiap resistor yang ada.

Resistensi total dalam suatu rangkaian paralel adalah sama jumlahnya dengan kebalikan dari tiap resistansi. Hambatan tersebut jumlahnya lebih kecil dibanding dengan hambatan setiap resistor pada ke-3 resitor yg telah dihubungkan secara paralel di rangkaian itu. Besar dari hambatan pengganti akan berkurang karena ditempatkannya dua ataupun lebih resistor di rangkai an paralel.

Hambatan paralel itu akan menurun sebab tiap-tiap resistor yang baru juga akan menambah jalur arus yang baru, serta menaikkan jumlah arus yang beda potensialnya tidaklah berubah. Yang pertama kali kita harus ketahui sebelum menghitung suatu hambatan pengganti di rangkai an paralel adalah total arus yg mengaliri cabang.

Misalkan saja kita contohkan pada lampu lalu lintas yang merupakan rangkaian listrik paralel. Prinsip kerja dari rangkaian listrik paralel di sebuah lampu lalu lintas adalah terdapatnya tiga buah lampu yg saling terhubung secara paralel antara satu buah lampu dengan lampu lainnya. Darisini dapat kita simpulkan bahwa rangkaian listrik paralel dapat disebut juga dengan rangkaian bederet, yaitu terjadi pembagian beban yang sama antara satu lampu dengan lampu yang lain dalam jajarannya tersebut. Demikian sobat artikel rangkaian paralel kali ini.



Rangkaian listrik adalah tatanan sejumlah komponen elektronika yg di rangkai dgn sumber tegangan sehingga terbentuklah satu kesatuan yg mempunyai manfaat dan fungsi tertentu. Kondisi yang membuat suatu arus listrik didalam rangkaian bisa mengalir ialah bila rangakaian di posisi tertutup. Sebagai ilustrasi, saya berikan gambarannya sebagai berikut:

Nah dari gambaran rangkaian listrik tersebut, lampu hanya dapat hidup bila rangkaian ada di posisi yang tertutup yaitu disambungkan dgn saklar. Penyebab dari menyalanya lampu didalam rangakaian itu karena adanya aliran arus listrik dengan besarnya sejumlah I.  Bila didasarkan dengan tatanan sejumlah komponennya didalam suatu rangakaian listrik, maka terdapat tiga jenis yang berbeda. Pertama adalah rangkaian seri, kemudian rangkaian paralel, dan terakhir adalah rangkaian campuran antara seri serta paralel.  Pembeda dengan jenis rangkaian lainnya bisa dilihat juga dari kompleksitas rangkaian yang ada, baik itu dia bisa berupa rangakaian listrik majemuk dan yang satunya adalah sederhana. Untuk rangkaian rangkaian paralel, seri, ataupun campuran; bisa dilihat penjelasannya pada artikel saya sebelum-sebelumnya diblog ini. Begitupun dengan  rangkaian sederhana, juga sudah saya tulis artikelnya di blog ini. Karenanya saya kali ini menjelaskan mengenai rangkaian majemuk saja ya.

Rangkaian Listrik Majemuk

Rangkaian majemuk adalah suatu rangkaian lystrik yg terdiri atas 2 buah loop ataupun lebih. Pengertian loop adalah lintasan yg terdapat di rangkaian listrik, yg dgn menerapkan Hukum Kirchoff II pd tiap-tiap loop maka kita akan mendapatkan suatu persamaan linier. Tujuan dilakukannya hal tersebut ialah agar bisa menerapkan Sistem Persamaan Liear atau SPL pd Analysis Loop Rangakaian Listrik.
rangkaian listrik majemuk
Step by step untuk memperoleh suatu persamaan linier dr loop-nya Rangkaian Listrik ada empat. Pertama tentukanlah arah dari loop pd Rangkaian, kemudian tentukanlah arah arus pd tiap titik sipul atau cabang dan berilah simbol panah yang melambangkan arahnya arus yg mengalir tersebut. Setelah tahap kedua tersebut, lihatlah tanda terminal di beda potensial-nya. Bila arus menunjukkan tanda negatif, artinya pergerakan menuju ke terminal positif dari terminal negatif. Sebaliknya bila arus menunjukkan tanda positif, artinya pergerakan menuju terminal negatif dari terminal positif. Langkah terakhir ialah dengan menerapkan Hukum Kirchhoff II di tiap-tiap loop-nya. Dengan demikian kita akan mendapatkan satu permasaan linear yang berlaku pada satu loop saja. Nah, mungkin segitu dulu ya tulisan kali ini. Ntar kita sambung lagi bila ada materi Rangkaian Listrik yang perlu diperdalam.

 sumber :http://elektronikadasar.info/rangkaian-listrik.htm

Selasa, 13 November 2012

ASAM BASA

,


1.    ASAM

a.    Jenis-jenis asam


  • Asam askorbat
  • Asam karbonat
  • Asam sitrat
  • Asam etanoat
  • Asam laktat
  • Asam klorida
  • Asam nitrat
  • Asam fosfat
  • Asam sulfat

 

b.    Contoh bahan yang mengandung asam

Jenis asam
Kuat / lemah
Terdapat pada
Asam askorbat
Lemah
Buah-buahan
Asam karbonat
Lemah
Minuman berkarbonat
Asam sitrat
Lemah
Jeruk
Asam etanoat
Lemah
Cuka
Asam laktat
Lemah
Susu basi
Asam klorida
Kuat
Lambung
Asam nitrat
Kuat
Pupuk
Asam fosfat
Kuat
Cat anti karat
Asam sulfat
Kuat
Aki
Asam formiat
lemah
semut

 

c.      Sifat asam

·         Mempunyai rasa asam dan bersifat korosif.
·         Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi kertas lakmus merah.
·         Menghantarkan arus listrik
·         Bereaksi dengan logam
d.      Asam juga berguna dalam kehidupan sehari-hari, contohnya    adalah sebagai berikut:
a.    Proses dalam pembuatan pupuk
b.    Proses dalam Pembuatan obat-obatan
c.    Pembersih permukaan logam
d.    Proses pembuatan Bahan peledak
e.    Proses pembuatan Pengawet makanan

2.    BASA

a.     Jenis-jenis basa
  • Amonia
  • Kalsium hidroksida
  • Kalsium oksida
  • Magnesium hidroksida
  • Natrium hidroksida
b. Sifat-sifat basa
  • Mempunyai rasa pahit dan merusak kulit. Terasa licin seperti sabun bila terkena kulit.
  • Dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi kertas lakmus biru.
  • Menghantarkan arus listrik
  • Dapat menetralkan asam
c.Penggunaan basa dalam suatu kehidupan sehari-hari :
a.    Bahan dalam pembuatan semen.
b.    Pembuatan deterjen/sabun.
c.    Baking soda dalam pembuatan kue.

3. Asam dan Basa Bersifat Korosif
Beberapa asam bereaksi sangat kuat pada beberapa logam, marmer dan berbagai bahan lain. Gambar 15 menunjukkan bagaimana logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk besi (II) klorida (FeCl2) dan gas hidrogen (H2). Sifat ini dapat menjelaskan mengapa asam bersifat korosif terhadap sebagian besar logam. Uji sederhana lain yang dapat membedakan asam dan basa adalah reaksi asam asetat dengan senyawa-senyawa yang mengandung ion karbonat (CO32-) membentuk gas karbon dioksida, kalsium asetat dan air. Sedangkan basa secara umum tidak bereaksi dengan logam, namun basa kuat juga bersifat korosif dan jika mengenai kulit akan mengakibatkan luka bakar dan merusak jaringan.

4. Reaksi Asam, Basa dengan Indikator

Sifat suatu larutan dapat ditunjukkan dengan menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat-zat warna yang warnanya berbeda dalam larutan asam, basa dan garam. Untuk mengidentifikasi sifat dari asam, basa dan garam dapat menggunakan kertas lakmus, larutan indikator atau indikator alami.
a. kertas lakmus dapat digunakan untuk mengidentifikasi sifat dari larutan asam, basa dan garam (larutan netral). Alat lain yang dapat digunakan untuk mengindikasi apakah larutan bersifat asam, basa atau netral adalah larutan indikator fenolftalein, metil merah dan metil jingga. Warna-warna kertas lakmus dan larutan indikator dalam larutan asam, larutan basa dan larutan yang bersifat netral ditunjukkan pada 

Berbagai bahan tumbuhan yang berwarna, seperti daun mahkota bunga (kembang sepatu, bogenvil, mawar dan lain-lain) kunyit, kulit manggis dan kubis ungu juga dapat digunakan sebagai indikator asam basa. Ekstrak bahan-bahan ini dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam dan basa.
b.     Larutan indikator adalah larutan kimia yang akan berubah warna dalam lingkungan tertentu. Karena sifatnya yang dapat berubah warna inilah, larutan indikator dapat digunakan sebagai alat identifikasi larutan asam dan basa. Identifikasi larutan di laboratorium dapat menggunakan empat jenis larutan indikator, yaitu larutan fenolftalein, metil merah, metil jingga, dan bromtimol biru. Larutan indikator ini tidak seperti indikator lakmus yang mudah penggunaannya. Warna-warna yang terjadi pada larutan indikator jika dimasukkan ke dalam larutan asam dan basa, agak sulit diingat.
Sebagai contoh, larutan fenolftalein. Pada lingkungan asam, larutan fenolftalein tidak berwarna, di lingkungan basa berwarna merah, sedangkan di lingkungan netral tidak berwarna. Berarti, untuk membedakan apakah suatu larutan bersifat asam atau netral, tidak cukup hanya dengan menggunakan larutan fenolftalein. Larutan metil merah dapat membedakan antara larutan asam dengan larutan netral. Larutan asam yang ditetesi metil merah akan tetap berwarna merah, sedangkan larutan netral berwarna kuning. Akan tetapi, metil merah juga akan menyebabkan larutan basa berwarna kuning, Berarti, untuk mengetahui apakah suatu larutan bersifat basa atau netral kita tidak dapat menggunakan metil merah.


Warna Larutan Indikator pada Lingkungan Asam, Basa, dan Netral :
1.     Fenolftalein
 Asam : tidak berwarna; Basa : merah; Netral: tidak berwarna
2.     Metil merah
Asam : merah; Basa : kuning; Netral : kuning
3.     Metil jingga
 Asam : merah; Basa : kuning; Netral : Kuning
4.     Bromtimol biru
 Asam : Kuning; Basa : Biru; Netral : Biru agak kuning


 

WISATA TAMBANG Copyright © 2011 -- Template Edited by Angin Es -- Owner Blog Windi Hilman